Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali

Desa Belok/Sidan

Sejarah Desa Belok/Sidan

Pada zaman dahulu, terjadi pertempuran antara Kerajaan Pahyangan dan Kerajaan Buleleng. Karena Desa Lantang menjadi salah satu jalur lalu lintas menuju Kerajaan Pahyangan, banyak penduduknya yang mengungsi untuk menghindari dampak peperangan. Setelah pertempuran berakhir, sebagian penduduk kembali ke Desa Lantang, sementara sebagian lainnya memilih menetap di tempat pengungsian. Tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Kisidan, yang berarti pindahan, dan seiring waktu berubah menjadi Sidan.

Pada awalnya, wilayah Belok/Sidan terdiri atas dua perbekel, yaitu Desa Sidan dan Desa Belok. Desa Sidan terdiri dari Banjar Sidan, Banjar Selantang, dan Banjar Penikit, sedangkan Desa Belok terdiri dari Banjar Belok, Banjar Lawak, Banjar Bon, Banjar Jempanang, dan Banjar Sekarmukti. Pada tahun 1957, kedua perbekel tersebut kemudian digabung menjadi satu wilayah yang dikenal sebagai Desa Belok/Sidan, dengan I Dewa Putu Ceped sebagai pemimpin pertama.

Saat ini, Desa Belok/Sidan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Petang dengan luas wilayah sekitar 3.226 km², yang terdiri atas 6 desa adat dan 8 banjar dinas. Desa ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.607 jiwa, terdiri dari 2.880 laki-laki dan 2.727 perempuan. Dengan kondisi wilayah dan sumber daya alam yang mendukung, sektor pertanian menjadi sektor utama yang menopang kehidupan masyarakat Desa Belok/Sidan, dengan berbagai komoditas pertanian yang menjadi potensi unggulan desa.

Lambang Desa Belok/Sidan
Asparagus segar Desa Belok/Sidan

Sang Tunas Hijau Dari Dataran Tinggi

Asparagus merupakan salah satu produk unggulan Desa Belok/Sidan yang dikenal karena kualitas premium, cita rasa segar, dan budidaya yang terjaga dengan baik. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, asparagus juga merupakan sayuran fungsional yang kaya akan komponen bioaktif yang berperan sebagai antioksidan alami dan berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Demi menjaga kualitasnya agar selalu juara, perawatannya menuntut presisi tinggi, termasuk penerapan inovasi sistem pengairan cerdas yang mampu menjaga kelembapan secara akurat.

Keunggulan Asparagus

Budidaya oleh Petani Lokal

Dibudidayakan langsung oleh petani desa berpengalaman.

Kualitas Segar

Dipanen rutin untuk menjaga kesegaran dan kualitas.

Tumbuh di Dataran Tinggi

Dataran tinggi yang sejuk dan tanah subur menghasilkan asparagus berkualitas.

Khasiat Asparagus

Sumber Antioksidan

Polifenol dan flavonoid berperan sebagai antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Menurunkan Kadar Kolesterol

Saponin yang terdapat pada asparagus dilaporkan memiliki potensi membantu menurunkan kadar kolesterol (hipokolesterolemik) serta memiliki aktivitas antitumor.

Mendukung Kesehatan Usus

Senyawa fenolik berpotensi mendukung kesehatan usus karena dapat dimetabolisme oleh mikrobiota usus menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.

Melindungi dari Penyakit Neurodegeneratif

Asam kafeat memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu menghambat peroksidasi lipid dan berpotensi memberikan efek protektif terhadap penyakit neurodegeneratif.

Standar Kualitas

Asparagus kualitas Grade A
RP.60.000 / KG

Asparagus yang dihasilkan dari lahan pertanian Desa Belok/Sidan dikenal sebagai asparagus Grade A. Kualitas ini ditandai dengan batang yang lurus dan kokoh, warna hijau cerah yang seragam, serta ujung kuncup yang masih kencang dan segar.

Produk Unggulan